Fakultas Teknik

Sejarah

Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derjat kesehataan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud.  Pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan berdasarkan pada perikemanusiaan, pemberdayaan dan kemandirian, adil dan merata, serta pengutamaan dan manfaat dengan perhatian khusus pada penduduk rentan, antara lain ibu, bayi, anak, lanjut usia (lansia) dan keluarga miskin.

Penyelenggaraan pembangunan kesehatan perlu didukung antara lain oleh ketersediaan sumber daya tenaga kesehatan dari masyarakat dan pemerintah yang memadai.  Untuk Program Sumber Daya Manusia Kesehatan, rasio tenaga kesehatan per 100.000 penduduk belum memenuhi target.  Seperti untuk perawat 158 per 100.000 penduduk dan bidan 75 per 100.000 penduduk.  Jadi masih terdapat kekurangan perawat dan bidan yaitu untuk perawat sebanyak 63.912 orang dan bidan sebanyak 97.802 orang.  Kecenderungan penyediaan tenaga tersebut pada tahun 2010 adalah sekitar 1.535.000 yang diperkirakan terdiri dari paling sedikit 50% tenaga kesehatan pemerintah dan 50% lainnya dari masyarakat tergantung dari perkembangan sosial ekonomi masyarakat di masa depan, penyediaan tenaga masyarakat ini dapat lebih tinggi dari yang diperkirakan sekarang.

Dengan memperhatikan kecenderungan keadaan epidemiologi dan upaya kesehatan di Indonesia dan juga dunia, pada 10-20 tahun mendatang serta pelaksanaan otonomi daerah di Kabupaten Kota dan provinsi diperlukan pemerataan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau yang ditopang oleh ketersediaan tenaga kesehatan yang cukup kualitas maupun kuantitasnya.

Hal ini ditunjang oleh ketersediaan sumber daya berupa jumlah penduduk Indonesia yang termasuk empat besar di dunia, maka Indonesia berpeluang besar untuk ikut menyediakan tenaga kesehatan professional sesuai kebutuhan pasar global maupun nasional